Khotbah di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Ebenaezer) 16 Juli 2017
Makassar oleh Larius Jaffray Tabuni
1 Samuel 18:1-3 “Nephesh + Beloved = Kasih Yonatan kepada Daud seperti Jiwanya sendiri” “Roh Sendiri, Hidup sendiri”.
1 Samuel 18:1-5 Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri. Pada hari itu Saul membawa dia dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya. Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri. Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya. Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai-pegawai Saul.
1
Samuel 20:17
Dan Yonatan menyuruh Daud
sekali lagi bersumpah demi kasihnya kepadanya, sebab ia mengasihi Daud seperti
dirinya sendiri.
Dalam
bahasa Yunani ada empat kata yang artinya sama-sama mengasihi, tetapi dalam
lingkup yang berbeda.
1. Kata benda στοργη - Storgê dengan kata kerjanya Stergein berarti kasih mesra dari orang
tua kepada anaknya dan begitu juga sebaliknya.
2.
Kata Eros
dari kata Yunani, yang kita terjemahkan Eros,
artinya kasih asmara antara pria dan wanita yang mengandung nafsu birahi.
3.
Kata
benda φιλεω - Phileô dengan kata kerjanya φιλειν - Philein berarti kasih sayang yang sejati
antar sahabat dekat. Biasanya kasih ini tidak mempunyai hubungan darah.
Kasih ini lebih kepada persahabatan.
4. Kata benda αγαπαω - Agapaô dengan kata kerjanya αγαπαν -
Agapan, yang kita terjemahkan Agape, artinya kasih yang tanpa
perhitungan dan tanpa peduli orang macam apa yang dikasihinya.
Seringkali disebut dengan kasih yang walaupun.
Pendahuluan
Daud seorang anak Isai, Daud
dan Saul diurapi menjadi raja Israel oleh seorang nabi yaitu Samuel. Namun,
untuk menjadi seorang raja Israel kedua memiliki kesalahan- kesalahan di dalam
Alkitab. Kelemahan Daud dan Saul. Daud pernah berdosa terhadap titah Tuhan
namun Daud selalu menyesali atas pelanggaran yang dibuatnya terhadap titah
Tuhan (2 Sam. 11:1-15), sedangkan Saul sering menyembunyikan
kesalahan-kesalahan dihadapan Tuhan (1 Sam. 15:10-35). Samuel mengurapi
Daud/Saul. Samuel mengurapi Daud untuk memimpin bangsa Israel (1 Sam. 16:1-13) dengan
menolak Saul sebagai raja orang Israel, dalam pemilihan raja Saul ada dua kisah
yang tercatat pertama, atas perintah Tuhan (1 Sam. 9:16-17) yang kedua melalui
undian (arti undian; pemungutan suara) (1 Sam. 10:17-27).
Kasih
yang ditunjukkan
Kasih yang ditunjukkan Yonatan
kepada Daud merupakan kasih “Agape”
oleh karena Daud dengan Yonatan menjadi satu jiwa, roh, sedaging, atau seperti
hidupnya sendiri. Dalam kisah Daud dengan Yonatan sangat mengharukan oleh
karena Yonatan ialah pihak yang musuh oleh Daud melalui hubungan antara Daud
dengan Ayah Yonatan, yaitu Saul. Namun, belajar kisah kasih yang ditunjukkan
Yonatan kepada Daud merupakan pokok pelajaran bagi orang percaya dengan
mengutip kata “Agape, jika mengunakan kata Ahav untuk merekuntruksikan hubungan
antara Daud dan Yonatan tidak menyatuh. Jika kita masih mengunakan kata Ahav
berarti dalam hubugan kedua pihak cocok dengan mengutip kata “Eros” yaitu kasih
Asmara namun tidak.
Kasih
Hukum Musa Ajarkan
Allah memberikan hukum yang
pertama didalam Alkitab. Kemudian hukum yang diturunkan Allah kepada Musa untuk
mengajarkan berulang-ulang kepada orang-orang Israel yaitu dengan kata אָהַב - 'Ahav, dari seluruh kitab Perjanjian Lama, berbicara mengenai
kasih selalu mengutip kata “Ahav” yaitu kata yang umum dipakai dalam bergam
makna tersendiri.
Kasih
yang Yesus Ajarkan
Yesus melihat orang Yahudi dan
Farisi sedang berdebat mengenai 613 aturan Musa yang terdapat didalam ajaran
Musa kepada umatnya mengenai mengasihi Allah. Yesus dapat menegaskan dalam Matius
22:37-39, kasih kepada Allah dan manusia ialah setara atau selevel tidak
ada berbebeda yaitu pada dasarnya dikutip kata (αγαπησεις, agapêseis), kasih tanpa syarat.
Eksposisi
Kutipan Mother Teresa
Badai hidup ini seperti ombak
yang melonjak kesana-kemari, membuat saya meninggalkan panggilan ini. Saya
berusaha meneberangi sebuah lautan besar namun ombak datang menengelamkanku
namun saya berusaha menghalaukan ombak yang menengelamkanku itu berdasar kasih
Kristus kepada saya tanpa syarat.
Kuitpannya yang terkenal yaitu:
1. “If
you judge people, you have no time to love them.” Jika engkau sering
menghakimi, anda tidak mempunyai waktu untuk mencintai mereka.
2.
“What can you do to promote world peace? Go home
and love your family.” Apa yang dapat anda promosikan kedamaian kepada dunia?
Pulanglah dan cintailah keluargamu.
3.
“It's
not how much we give but how much love we put into giving.” Kasih tidak
berbicara mengenai: tidak sebanyak kita berikan tetapi berapa banyak kasih yang
kita taruh dalam memberi.
4.
Love
is a fruit in season at all times, and within reach of every hand. Cinta
seperti buah di setiap musim. Dan tanpa terangkau oleh setiap tangan.
5.
Spread
love everywhere you go. Let no one ever come to you without leaving happier.
Sebarkan dicintamu kemanapun engkau pergi. Biarkan tidak seoran pun datang
padamu tanpa meninggalkan kebahagiaan.
6. Intense love does not
measure, it just gives. (Cinta yang Abadi tidak di ukur dengan materi.
Kalimat tanya
Cinta seperti
apa yang saya taruh hati setiap orang
Agape, Eros, Phileo, Storage
Transisi
Orang Kristen sering kali diidentikan dengan “kasih”. Oleh karena orang
Kristen kasih membuat mereka merelahkan segala-segalanya. Namun, apakah
termasuk semua orang Kristen? Kebanyak orang kristen berkorban memiliki
berbagai unsur yaitu Agape, Eros, Phileo, Storage
Ilustrasi
1.
Kubrikan ke kalian (Yingying atau Feng Ying)
“saya mencarikan suamiku istri yang baru yang memiliki ciri seoran; Patuh,
taat, setia.
2. Tercipa
lagu “Tie A Yellow Ribbon Around The Old Oak Tree” kisah cinta yang sebanding.
3.
Kisah terciptakan lagu “Bapa sentuh hatiku”
kasih yang mengampunyi berbuatan yang menyiksa.
Aplikasi
“Kasih”
diibaratkan Kasih Allah. Allah diibaratkan dengan seorang bapa yang mengasihi
anaknya yang tersesat, seorang gembala yang mencari dan menemukan domba yang
tersesat itu.[1]
”Kasih sayang dapat diibaratkan sebuah
mata air yang selalu bergejolak keinginannya untuk melepaskan beribu-ribu kubik
air bening yang membuncah dari dalamnya tanpa pernah habis. Kepada air yang
telah mengalir untuk selanjutnya menderas mengikuti alur sungai menuju lautan
luas, mata air sama sekali tidak pernah mengharapkan ia kembali.”
Kesimpulan
1.
Kasih boleh dengan sepatah-kata kita boleh
mengucapkannya
2.
Kasih bukan mengenai berapa jumlah yang kita
beri, kita memberi sesuai dengan kemampuan namun mengenai seberapa cinta yang
kita taruh dalam memberi.
3.
Cinta yang selalu tumbuh secara alami dan
bermekar dalam hati manusia
[1]
Marie Claire Barth Fromel, Hati Allah bagaikan hati seorang ibu (jakarta: BPK
Gunung Mulia, 2006), 89.
https://books.google.co.id/books?id=D0wUghML2OMC&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false